Jumat, 08 Mei 2026
Logo Portal Berita

Negeri Para Pemimpin Jujur: Utopia atau Realita

Redaksi
Redaksi Minggu, 05 Oktober 2025 - 20:05 WIB
Negeri Para Pemimpin Jujur: Utopia atau Realita

Oleh: Rendi Ramadhan


Harapan di Tengah Krisis Kepercayaan

Di tengah krisis kepercayaan publik dan ketimpangan hukum di Indonesia, segelintir orang masih teguh memperjuangkan idealisme: menegakkan hukum yang tegas dan berkeadilan tanpa pandang bulu. Dari aktivis antikorupsi, pegiat hak asasi manusia, hingga masyarakat sipil — semua berjuang di jalannya masing-masing, menyuarakan keadilan yang kian terasa jauh dari jangkauan. Media pun memainkan peran penting. Melalui pemberitaan dan analisis, media menjadi cermin realitas sosial, menghadirkan fakta-fakta yang menggugah dan mendorong diskursus publik yang sehat tentang makna keadilan sejati.

Kesenjangan Hukum: Antara Rakyat dan Elite

Banyak laporan media menyoroti akar masalah yang membuat hukum sulit ditegakkan secara adil. Salah satu yang paling mencolok adalah kesenjangan akses terhadap hukum. Masyarakat miskin sering kali menjadi korban karena terbentur biaya dan keterbatasan pengetahuan hukum. Sebaliknya, kelompok elite dengan kekuasaan dan kekayaan justru kerap memanipulasi hukum demi kepentingan pribadi. Keadilan pun terasa berat sebelah — tajam ke bawah, tumpul ke atas.

Langkah Menuju Hukum yang Berkeadilan

Untuk mewujudkan hukum yang benar-benar berkeadilan, dibutuhkan langkah konkret dan berkelanjutan. Pertama, memperkuat sistem hukum itu sendiri. Regulasi yang tumpang tindih dan berbelit-belit harus disederhanakan agar mudah dipahami serta diakses masyarakat luas. Kedua, meningkatkan profesionalisme aparat penegak hukum. Hakim, jaksa, dan polisi harus berintegritas tinggi dan bekerja secara profesional. Pengetahuan serta keterampilan mereka perlu terus diasah agar penegakan hukum tidak bergantung pada kekuasaan, melainkan pada prinsip keadilan. Ketiga, memperkuat kesadaran hukum masyarakat. Dengan pemahaman hukum yang baik, rakyat dapat lebih berani memperjuangkan hak-haknya dan melawan ketidakadilan tanpa rasa takut.

Keadilan yang Tak Ternilai

Menegakkan hukum yang berkeadilan adalah cita-cita luhur bangsa. Namun, keadilan sejati tidak hanya tertulis dalam pasal dan ayat, melainkan hidup dalam hati manusia yang menegakkannya. Ketika kejujuran dan amanah menghilang dari diri penegak hukum, keadilan menjadi mahal — bahkan tidak ternilai, karena tidak ada yang mampu “membelinya”. Sebaliknya, bila hukum dijalankan dengan hati bersih dan niat tulus, keadilan justru menjadi sederhana, mudah dirasakan, dan menyentuh setiap lapisan masyarakat.
Penulis: Pimpinan Perusahaan Media Rajawali Nusantara

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar.

JADWAL
SHOLAT
Jumat, 8 Mei 2026
Memuat...
  • Imsak--:--
  • Subuh--:--
  • Zuhur--:--
  • Ashar--:--
  • Magrib--:--
  • Isya--:--

Sumber : Kementerian Agama RI